Infrastruktur Dongkrak Investasi di Kalimantan Selatan
Iklim berinvestasi di seluruh pulau Indonesia kini makin membaik. Tidak hanya kawasan-kawasan di Pulau Jawa, para investor juga banyak melihat peluang berinvestasi di kawasan lainnya, Kalimantan Selatan contohnya.
Provinsi yang berjulukan 'Bumi Lambung Mangkurat' secara geografis terletak di bagian tenggara pulau Kalimantan. Kalimantan Selatan memiliki luas wilayah paling kecil dibanding provinsi lainnya di Pulau Kalimantan. Luas keseluruhan wilayah dari Kalsel yakni 37.530,52 km2. Secara topografi, Kalsel didominasi oleh dataran rendah di bagian barat dan timur yang mengapit dataran tinggi yang dibentuk Pegunungan Meratas di bagian tengah kawasannya. Perekonomian Kalsel ditopang pada dasarnya ditopang oleh tiga sektor yakni pertanian dan perkebunan, jasa, dan perdagangan. Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja.
Selain beberapa sektor diatas, pariwisata kini menjadi usaha yang potensial di Kalimantan Selatan mengingat kawasan ini menyediakan semua jenis objek wisata alam seperti laut, pantai, danau, dan gunung. Beberapa festival yang diselenggarakan pun banyak menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara untuk hadir. Salah satu contohnya adalah wisata belanja yang paling populer dihadirkan di Martapura yang terkenal sebagai salah satu daerah penghasil batu mulia berkualitas terbaik di dunia.
Peluang peningkatan perekonomian dan investasi sendiri kini memiliki potensi yang besar setelah munculnya pembangunan infrastruktur transportasi darat yakni Jalan Trans Kalimantan poros selatan dan jalur kereta api Trans Kalimantan yang kini tengah dalam proses pembangunan. Sebelumnya, untuk mempersingkat waktu tempuh, distribusi barang dan perdagangan didukung oleh sarana transportasi laut dan sungai serta penerbangan dari 3 bandara (Bandara Syamsudin Noor, Bandara Batu Licin, dan Bandara Gusti Sjamsir Alam).
Perekonomian yang tumbuh juga berdampak kepada pembangunan di kawasan tersebut. Hal ini secara tidak langsung berdampak kepada permintaan properti yang tinggi. Semenjak 2015, program satu juta rumah di Indonesia juga dilaksanakan di Kalimantan Selatan. Di Kalimantan Selatan sendiri, backlog perumahan adalah sekitar 15.000 unit rumah. Melihat peluang ini, jual beli tanah Kalimantan Selatan mulai digeluti dengan asumsi untuk dijadikan lokasi pembangunan proyek perumahan atau hunian pribadi. Investasi tanah seperti ini makin menjanjikan apalagi didukung dengan geliat penanaman modal, baik dalam negeri atau asing, yang kian tumbuh.
Dijual Tanah di Kalimantan Selatan untuk Investasi
Sejumlah tanah yang dijual pun tidak hanya ditujukan untuk perumahan, beberapa diantaranya juga ditujukan untuk berbisnis, industri, atau pengembangan pertanian dan perkebunan. Berikut adalah ragam Tanah dijual di Kalimantan Selatan:
- Dijual tanah berlokasi strategis di Kecamatan Cempaka Palam, Banjarbaru, cocok untuk dibangun cluster. Dibanderol dengan harga Rp986.000.000, tanah seluas 986 m2 memiliki kondisi tanah telah rata dan siap bangun.
- Tanah dijual seluas 570 m2 cocok untuk hunian pribadi, kost-kostan, atau ruko. Berlokasi di pinggir jalan utama kota Banjarmasin (Jl S.Parman) dibanderol seharga Rp10.000.000.000.
- Tanah dengan luas paling besar dijual di Tambang Ulang, Tanah Laut seluas 74.319 m2. Cocok untuk dijadikan kawasan perumahan lengkap dengan kawasan bisnis masyarakat. Lokasi sangat strategis dan berdekatan dengan Jl Ahmad Yani. Tanah dibanderol seharga Rp3.605.000.000.
- Dijual cepat tanah kebun di Banjarbaru seluas 29.900 m2 berlokasi sekitar 15 menit dari kota Martapura. Terdapat sekitar 1.000 batang Jeruk dan 3 kolam ikan, cocok untuk berbisnis perkebunan dan tambak ikan. Dibanderol dengan harga Rp4.784.000.000