748 

Tanah Disewakan di Bali

Tampilkan peta Back to list
Mapa
Jelajahi di peta
Featured
Rekan Lamudi Pro
Land Disewakan di Gianyar
Gianyar, Bali
Tanah strategis seluas hampir 1 hektar di area keramas dengan lebar depan 124 M di sepanjang Jl. Prof. Ida Bagus Mantra. Jalan yang menghubungkan Sanur ke Gianyar, Klungkung dan Candidasa. Keramas telah menjadi tujuan pariwisata yang berkembang dengan banyaknya hotel/villa/resto yang mulai dibangun. Salah satunya adalah Hotel Komune, Sababay Winery, Aeropark, dll. Tanah ini di over kontrak untuk 9 tahun dengan opsi perpanjangan langsung dengan pemilik tanah. Keuntungan Lokasi ini : -1 km dari Pantai Saba  -2 menit dari Sababay Winery -5 menit ke Bali Safari Marine Park -Sekitar 10 menit ke Mega Proyek pemerintah terbaru Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung -Berada di seberang Komune Resort & Beach Club serta Keramas Aeropark Keuntungan lainnya harga tercantum adalah harga sewa tanah sesuai pasar. Padahal di dalam tanah tersebut sudah terbangun pondasi yang tidak dihitung dalam harga sewa.  -Uji tanah ( geoteknik ) telah dilakukan, dapat diberikan atas permintaan -Pematangan lahan sudah dilakukan -Pembesian dan pekerjaan lansekap di sebagian area sudah dilakukan -Jalur masuk ke dalam site sudah terbangun -Jalur subak ( got air desa ) sudah dibangun dan diamankan sesuai persyaratan lokal -Sumur air dan pompa sudah tersedia, kedalam sumur 60 m. -Saluran pembuangan dan tangki septic di beberapa Lokasi -Dinding penahan, drainase dan irigasi taman telah dibangun kokoh -Pondasi, siap bangun seluas 5.017,84 m2, termasuk penopang struktur baja. Gambar arsitektur, MEP dan struktur lengkap tersedia atas permintaan. Sangat cocok untuk Hotel, Pusat perbelanjaan, Gudang, dan berbagai bisnis lainnya. 
Rp 880,02Jt /tahun
9.778 m²
Bali Good Investment
Bali Good Investment Terdaftar sejak 2025

Pasar Sewa Lahan di Bali Dibanjiri Peminat

Pulau Dewata yang sarat dengan dinamika industri wisatanya membuka peluang bagi sejumlah investor dan pebisnis untuk meraup profit yang menggiurkan. Berbagai usaha tumbuh subur di Bali, terlebih yang terkait dengan aktifitas pariwisata, misal perhotelan, agen wisata, transportasi, kafe dan restauran, juga kerajinan dan cinderamata tradisional. Anggapan banyak pihak yang menilai bahwa pulau ini adalah surga untuk pertumbuhan bisnis, membuat pebisnis dan investor asing pun banyak yang ikut menggarap potensi provinsi ini.

Investor Asing Terus Mendominasi

Untuk mengembangkan usahanya, banyak pebisnis dan investor baik orang Indonesia maupun warga asing yang memanfaat lahan sewa untuk mendirikan ruang usaha. Hal inilah yang membuat permintaan lahan sewa di Pulau Dewata terus meningkat. Dan dari waktu ke waktu. permintaan lahan dengan sistem kepemilikan sewa makin didominasi oleh investor yang berasal dari warga negara asing, hal ini dikarenakan peraturan Indonesia yang masih membatasi kepemilikan tanah dan properti bagi warga asing.

Beberapa kawasan yang menjadi tujuan utama bagi sejumlah pebisnis yang ingin menyewa tanah seperti terlihat di kawasan Denpasar, Seminyak, Petitenget Kerobokan, Canggu, dan Umalas. Sebagian besar tanah potensial di Bali ditawarkan sebagai kepemilikan hak sewa jarang yang ditawarkan dengan status hak milik. Kepemilikan sewa biasanya dalam jangka waktu yang cukup lama, sekitar 30 tahun atau dengan jangka waktu yang lebih panjang sampai maksimal 45 tahun.  

Para pebisnis memanfaatkan lahan yang disewanya untuk  berbagai kebutuhan pengembangan unit properti komersial seperti hotel, vila, restauran, kafe, juga ruko. Dengan jumlah kedatangan wisatawan yang tinggi serta mengambil lokasi di kawasan yang menawarkan suguhan panorama alam yang menarik, tentu menjadi nilai lebih untuk mengaet perhatian para wisatawan. Angka jumlah wisatawan ke Bali yang terus melesat bahkan tertinggi di Indonesia akan sangat menjanjikan peluang profit berlipat-lipat ganda bagi usaha yang akan dijalankan para pebisnis. Terlebih lagi Pulau Dewata tak hanya destinasi wisata, melainkan destinasi untuk sejumlah event dan konferensi bertaraf internasional.

Cermati Zona Kawasan Pariwisata

Namun yang menjadi catatan, para investor sebaiknya lebih teliti dalam memilih kavling yang akan dibeli dengan kepemilikan sewa ataupun yang akan disewa untuk jangka waktu lebih pendek. Hal tersebut dikarenakan pemerintah daerah mulai menetapkan zonasi kawasan industri pariwisata karena lahan Bali yang telah semakin sempit untuk pembangunan proyek properti komersial. Beberapa investor mengalami kerugian karena tidak dapat mengembangkan tanah yang telah disewanya karena berada di kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan hijau.

Tampilkan peta